25 Juli 2024
Penulis Harto Malik
arahbanua.com, BANJARBARU-

Partai Ummat (PU), sebagai partai dakwah, mampukah berjuang memegang teguh prinsip perjuangan mereka merubah pola pikir, keadaan dan kesejahteraan umat.

Partai Ummat dibentuk 29 April 2021, dididirikan oleh politikus senior Amin Rais.

“Perjuangan kami, hak untuk memilih dan hak untuk hidup bermartabat”.

Ketika ada partai baru dengan visi dan misi bagus, seperti sedikit membawa angin harapan.

Ditengah tengah masyarakat yang sudah skeptis bahkan apatis “Mati Rasa” terhadap keadaan negara atau pemimpin, apatis untuk memilih pemimpin yang bisa membawa kesejahteraan dan kehidupan bermartabat.

sebagian masyarakat mengatakan, “siapapun pemimpinnya, siapapun presiden tidak berpengaruh kepada kehidupan/ekonomi saya”.
mereka beranggapan bahwa pemimpin hanya mementingkan diri, keluarga, golongan atau kelompoknya, tidak mementingkan kesejahteraan umat, kebijaksaan pemimpin hanya menambah beban berat umat.

Karena itu mereka menjadi skeptis bahkan apatis “Mati Rasa” untuk memilih pemimpin yang akan membawa kepada kesejahteraan masyarakat.

Apalagi ketika sebagian dari mereka rela berjuang (menjadi relawan), berjuang untuk seorang calon pemimpin/presiden yang menurut mereka akan bagus, akan membawa kepada masyarakat sejahtera dan bermartabat, tetapi ujung-ujungnya pilihan mereka kalah suara, apalagi mereka beranggapan kekalahan jagoan pilihan mereka karena dicurangi.

Ini terus terjadi sehingga mereka makin apatis makin “Mati Rasa”

Ini menjadi salah satu tugas PU dengan “5 KEKUATAN UMMATnya:
Menyalurkan aspirasi ummat; Membentengi hati ummat; Bersama ummat; Berkorban dalam berjuang memberikan solusi kepada ummat;, serta Memberikan bantuan menuju keadilan dan kesejahteraan yang dicita-citakan bangsa dan negara kita”.

Melakukan dakwah menghidupkan semangat bahkan membakar semangat perjuangan, membuka wawasan masyarakat dari masyarakat “Mati Rasa” menjadi masyarakat idealis, sehingga bisa meminimalisir “politik uang” dan “politikus busuk

Mampukah PU memperjuangkannya memberikan pelajaran Dakwah kepada umat (masyarakat), menyadarkan masyarakat skeptis, apatis “Mati Rasa” sehingga mereka makin paham dengan politik, mengembalikan optimis mereka memperjuangkan hak hidup mereka untuk hidup bermartabat.

Sehingga mereka tidak lagi “Mati Rasa”, tapi mau menjalankan hak untuk memilih, dengan baik dan benar, tidak sembarang pilih, walaupun diiming-imingi dengan uang (money politic), mereka tetap berprinsip dengan pilihan terbaik mereka untuk menyuarakan dan meperjuangkan aspirasi umat menuju hidup sejahtera dan bermartabat.

Kita liat saja ke depannya.

 

 

FENOMENA MASYARAKAT, “MATI RASA” dan KOLAM KOTOR dan Solusinya

TEORI PARTAI DA’WAH

redaksi