21 Juli 2024
Penulis : Harto Malik
arahbanua.com,BANJARBARU-

Pemilu sebentar lagi, ada fenomena di tengah masyarakat, kelompok masyarakat “MATI RASA”

Banyak masyarakat berpikiran, anggota dewan itu sama saja, awalnya saja, disaat kampanye aja mereka ngomong baik, janji ini itu, setelah duduk, “sama saja”, sama “lupa diri”

Istilah saya “MATI RASA” masyarakat tidak memiliki rasa lagi untuk memilih caleq berkualitas, mereka tidak peduli lagi siapa yang mereka pilih, baik atau tidak, kondisi mati rasa ini diperparah dengan praktek money politik caleg, masyarakat jadi berpikir yang penting dapat duit, atau bagi masyarakat idealis dan berprinsip, “saya mending golput”.

Ini sebenarnya menambah parah, memperburuk masalah dan keadaan banua atau negara, kenapa ? Karena ada pepatah, bila orang baik diam, maka orang jahat akan semakin merajalela.

Jika masyarakat selama ini berpikiran lingkungan dewan itu kumpulan orang orang yang hanya memikirkan diri sendiri (lupa diri), tidak memikirkan kemajuan, kesejahteraan masyarakat, sebenarnya tidak semua, masih ada orang orang baik di dalamnya yang berusaha mangajukan suara rakyat, kepentingan rakyat.

Tapi orang baik tadi terkalahkan, karena jumlah mereka kecil.

Memang ini mungkin tidak gampang, tingkah laku perbuatan manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungan, ketika seorang caleg punya prinsip bagus, punya idealisme bagus, namun ketika dia duduk di dewan, dia menyuarakan kepentingan masyarakat, tapi lingkungannya tidak mendukung, karena banyak anggota lupa diri, hanya ada 2 pilihan bagi penyuara masyarakat tadi :

1. Tetap berpegang dengan prinsip dan idealismenya (walkout), ia akan terkucilkan, dan walkoutnya tidak membawa hasil untuk kepentingan masyarakat, karena rapat dan keputusan dewan tetap terus jalan, tetap di dalam mengikuti, jumlah suaranya juga terkalahkan.

2. Mau tidak mau mengikuti arus, mengikuti orang banyak, sehingga prinsip dan idealismenya untuk menyuarakan kepentingan masyarakat tidak tersalurkan.

 

Bila masyarakat beranggapan anggota dewan sama, dewan berisi orang orang lupa diri, maka ibaratkan lingkungan itu sebagai KOLAM AIR KOTOR, maka bagaimana agar kolam tadi bisa bersih, ya salah satu caranya masukan air bersih ke dalam kolam, sehingga
air kotor akan tergantikan air bersih.

Nah apa tugas kita sebagai masyarakat ?

Tugas kita membantu memasukan air bersih ke dalam kolam tadi, sehingga air kotor sedikit demi sedikit menjadi bersih.

Bagaimana caranya ?

Caranya mulai sekarang kita bantu caleg, mengajukan orang yang benar untuk melamar ke partai menjadi caleg, kemudian kita bantu lagi mereka bagaimana cara supaya bisa terpilih, kita sosialisasikan ke keluarga, teman, mereka terpilih, air kotor berkurang

Nah hidup kan “Rasa” kita, jangan “MATI RASA” ,

1. Jangan pilih karena uang, lawan money politik, jangan asal pilih, pilih caleg berkualitas .

2. Jangan jadi golput, pilih yang terbaik baik diantara yang baik, atau pilih yang baik diantara yang tidak baik.

Bantu banua, bantu negara dengan mengajukan dan memilih caleg yang berkualitas, baik moral maupun ilmu.

 

redaksi