20 Juli 2024

Ilustrasi –Orang Utan Muncul di Tabalong, BKSDA Kalsel Kerahkan Tim Pencarian

ARAHBANUA.COM

 

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan telah mengerahkan tim khusus untuk mencari empat orang utan yang terlihat di beberapa lokasi di Kabupaten Tabalong dan sekitarnya.

Plt. Kepala BKSDA Kalsel, Suwandi, menjelaskan bahwa awalnya komunitas lokal melihat sepasang orang utan di Desa Habau, dan berdasarkan penelusuran lebih lanjut, ditemukan indikasi keberadaan dua ekor lagi yang diduga merupakan anak-anak dari pasangan tersebut.

“Dari hasil peninjauan dan koordinasi dengan warga, kami menduga bahwa sepasang orang utan ini memiliki dua anak yang belum terlihat, namun ada jejak keberadaan mereka,” ujar Suwandi seperti dikutip Beritalingkungan.com dari Antara (24/04/2024).

Menurut Suwandi, penampakan orang utan ini adalah hal baru di Kalimantan Selatan, dengan tiga kali kemunculan yang telah terekam hingga saat ini. Untuk itu, tim BKSDA Kalsel kini bertugas untuk menyatukan intensif di tiga titik lokasi yang telah teridentifikasi di Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, dan Hulu Sungai Tengah.

Selanjutnya, BKSDA Kalsel berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk Dinas Kehutanan Kalsel, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, pemerintah kabupaten, dan aparat desa untuk melindungi kawasan ini. “Belum ada kesimpulan mengenai persamaan genetik orang utan ini dengan populasi dari Kalimantan Tengah atau Timur, namun dugaan sementara adalah mereka tambah merupakan habitat asli Kalimantan Selatan,” Suwandi.

Suwandi juga menyatakan bahwa tidak ada laporan tentang orang utan yang menyakiti manusia, meskipun beberapa tanaman di kebun warga mengalami kerusakan. BKSDA Kalsel mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu atau melukai orang utan dan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda kemunculan mereka.

“Kami berharap agar habitat orang utan ini dapat dilindungi oleh pemerintah daerah dan masyarakat setempat, dan keberadaan mereka dapat dilindungi,” pungkas Suwandi (Ant/BL)

 

 

Disalin dari  BERITALINGKUNGAN.COM
Oleh M. Ridho Nurjannah F./ MRNF (AB)

redaksi