21 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

 

Al-Alimul Al-Allamah Al-Arif Billah Asy-Syaikh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau biasa dikenal dengan sapaan Datu Kalampayan merupakan sosok ulama kharismatik Kalimantan Selatan yang lahir di Lok Gabang, Astambul, Banjar pada 17 Maret 1710 Masehi. Semasa hidupnya Datu Kalampayan menjalankan syiar di bidang fikih Mazhab Syafi’i yang berasal dari kota serambi mekkah Martapura di Tanah Banjar (Kesultanan Banjar), Kalimantan Selatan. Datu Kalampayan merupakan pengarang kitab fikih agung berjudul Sabilal Muhtadin yang banyak menjadi rujukan bagi pemeluk Agama Islam bermazhab Imam Syafi’i di Asia Tenggara, dan menjadi referensi keilmuan di Universitas Al Azhar Mesir serta pegangan ibadah umat Islam bermazhab Syafi’i seluruh dunia.

Dalam rangka mendukung Haul ke-218 Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari atau Datu Kelampayan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyiapkan penginapan gratis untuk jemaah haul yang berlokasi di Kampus 1 BPSDMD Provinsi Kalsel di Jalan Panglima Batur Timur Banjarbaru. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional BPSDMD Kalsel, Ahmad Bagiawan mengatakan, ada 120 kamar yang tersedia di Kampus 1 tersebut. “Masing-masing kamar berisi dua tempat tidur, dilengkapi dengan AC dan air panas,” katanya, Banjarbaru, Jumat (5/4/2024). Gia menjelaskan, untuk tarif sesuai Perda yang berlaku yaitu Rp200.000,00/malam, akan tetapi sesuai dengan arahan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor atau Paman Birin akan digratiskan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kembali memantapkan dukungannya untuk pelaksanaan Haul Muhammad Arsyad Al Banjar atau yang lebih dikenal dengan Datu Kelampayan ke-218 dengan menggelar rapat persiapan lanjutan di ruang rapat Aberani Sulaiman kantor gubernur di Banjarbaru. Segala persiapan dibahas dan dikoordinasikan untuk menyukseskan Haul Datu Kelampayan, ulama karismatik di Banua Kalsel Babussalam, termasuk persiapan bila mana Wakil Presiden Republik Indonesia, KH Ma’ruf Amin berhadir. “Kita masih menunggu juga kepastian kedatangan Wakil Presiden atau tidak, akan tetapi skenario kehadiran atau tidak, kita sudah siapkan,” ujar Sekretaris Daerah Prov Kalsel, Roy Rizali Anwar, Kamis (4/4/2024).

Sementara itu, dalam rapat dibahas oleh Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov Kalsel, Berkatullah bahwa jika kehadiran Wapres belum ada kepastiannya. “Kehadiran RI 2 memang belum dipastikan hadir, karena kemarin dari sekretariat minta penyesuaian jadwal waktu, sementara panitia waktunya itu tidak bisa lagi dimajukan atau diundurkan,” sebut Berkatullah kepada peserta rapat. Berkatullah menambahkan, berdasarkan koordinasi sementara, untuk undangan VIP itu sudah disiapkan. Selain itu, jika RI 2 datang, akan disesuaikan tempat pelaksanaan Haul termasuk juga dengan pengarahan masyarakat yang memungkinkan akan memadati jalanan. “Jadi yang berada di dalam masjid akan diatur siapa yang boleh masuk,” lanjutnya.

Menurut Paman Birin, pihaknya telah melakukan persiapan komprehensif untuk memastikan segala kebutuhan peserta terpenuhi. Seperti penyediaan fasilitas dapur umum, pasokan air bersih, tenda, dekorasi, dan sound system. Paman Birin juga memastikan bantuan 100 sapi dan telah mendapatkan pengawasan ketat dari segi penyembelihan dan kesehatan. “Koordinasi dengan pihak terkait juga telah dipastikan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan setelah acara,” tuturnya. Tim food security akan bertugas memeriksa makanan di berbagai lokasi untuk memastikan keamanan makanan dan dapur umum di 19 titik dengan penanggung jawab masing-masing. Sementara itu, untuk menjamin keamanan dan ketertiban selama acara, Paman Birin melibatkan unsur-unsur keamanan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dishub. Pengaturan tempat duduk, pengelolaan lalu lintas, serta persiapan kesehatan dan keamanan makanan juga telah menjadi perhatian utama dalam persiapan acara ini. “Koordinasi dan komunikasi antar semua pihak terkait juga telah dilakukan secara intensif untuk memastikan segala sesuatunya berjalan dengan lancar,” tambah Paman Birin. Penginapan juga telah disiapkan di beberapa lokasi dengan total 446 kamar. Bahkan Kesehatan jamaah akan dijaga dengan posko ICU, posko rujukan, dan posko kesehatan ditempati oleh 117 petugas. Mini ICU juga disiapkan di beberapa lokasi strategis. “Segala aspek lain seperti tempat sampah, dermaga apung, tangki air bersih, dan toilet juga dipastikan tersedia dan terjaga kebersihannya,” kata Paman Birin.

Dikutip dari berbagai sumber
Oleh M. Ridho Nurjannah F./ MRNF

redaksi