21 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

 

Nama lengkapnya “PERSATUAN SEPAK BOLA BARITO PUTERA. Nama Julukannya adalah Laskar Antasari, atau Tim Seribu Sungai, atau Bekantan Hamuk, atau Ksatria Tanah Banjar. Stadion markas adalah Stadion 17 Mei. Didirikan pada 21 April 1988. Pemilik PS Barito Putera adalah PT Putera Barito Berbakti. Hasnuryadi Sulaiman sebagai Presiden

Barito Putera didirikan pada tahun 1988 oleh HA Sulaiman. HB dan berpartisipasi pada musim Galatama 1988-89 bersama pemain seperti Fachri Amiruddin, Abdillah dan Sir Yusuf Huawe. Manajer pertama mereka adalah M Hatta dan Andi Lala adalah pelatih pertama mereka. Untuk musim 1990, mereka mengontrak Frans Sinatra Huwae, yang kemudian menjadi kapten dan legenda klub, dan Sukma Sejati sebagai pelatih.

Tahun berikutnya, Sukma Sejati digantikan oleh Maryoto yang sebelumnya melatih Frans Sinatra Huwae di Diklat Ragunan. Salahuddin bergabung dengan Barito dan dipanggil ke tim nasional Indonesia untuk Asian Games Tenggara 1991 , di mana ia memenangkan medali emas. Pada akhir tahun 1992, Maryoto digantikan oleh Andi Teguh karena ditunjuk sebagai pelatih timnas. Andi Teguh berhasil membawa Barito Putera finis ketiga di Galatama musim 1992–93 bersama pemain seperti Frans Sinatra Huwae, Salahuddin , Zainuri, Yusuf Luluporo, Abdillah, Albert Korano, Fahmi Amiruddin, Samsul Bahri, Joko Hariyono, Heriansyah dan Saiman. Di musim terakhir Galatama, Daniel Roekito menggantikan Andi Teguh dan Buyung Ismu menjadi salah satu striker paling ditakuti di Indonesia.

Stadion 17 Mei adalah sebuah stadion sepak bola di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang juga merupakan markas klub sepak bola PS Barito Putera. Stadion ini telah direnovasi sebanyak tiga kali, yakni pada tahun 2007, 2010, dan 2013. Untuk Kapasitas dapat ditampung sebanyak 15.000 penonton.

Pertandingan kandang klub biasanya diselenggarakan di Stadion 17 Mei yang terletak di Banjarmasin. Untuk Liga Super Indonesia 2013, Barito Putera memainkan pertandingan kandangnya di Stadion Demang Lehman. Barito Putra kembali menggunakan Stadion 17 Mei untuk pertandingan kandang mereka di Liga Super Indonesia 2015, setelah renovasi stadion selesai pada Desember 2014.

Pada Liga 1 musim 2019 , klub kembali pindah ke Stadion Demang Lehman karena Stadion 17 Mei kembali dalam proses renovasi.

Barito Putera didirikan pada tanggal 21 april tahun 1988, saat ini Barito Putera bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin. Klub Barito Putera memiliki julukan spesial yaitu “Laskar Antasari”

Saat ini di klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2023/24, Barito Putera berada di peringkat ke-10 dengan torehan 37 poin dari 28 pertandingan, memiliki poin yang sama dengan PSM Makassar di peringkat 9, namun kalah selisih gol.

Mayor Laut Drs. Rahmad Darmawan, adalah mantan pemain sepak bola Indonesia yang saat ini melatih klub PS BARITO PUTERA. Rahmad pernah menjabat pelatih tim nasional Indonesia U-23, sebelum ia mengundurkan diri pada 13 Desember 2011. Pada tanggal 19 Januari 2012 Rahmad resmi menjadi pelatih klub Pelita Jaya.

Rahmad Darmawan, lahir pada tanggal 28 November 1966, adalah mantan pemain sepak bola Indonesia yang saat ini bekerja sebagai pelatih sepak bola untuk klub Liga 1, Barito Putera. Sebelumnya, ia pernah bermain untuk ATM FA dan Persikota Tangerang di Indonesia.

Nama 17 Mei dipilih karena berdasar dari sejarah perjuangan rakyat Kalsel yang berperan penting dalam mempertahankan kedaulatan NKRI. Stadion ini awalnya merupakan lapangan gabuk (limbah sisa potongan kayu) dan tanah bekas sungai yang mengering.

 

Dirangkum dari berbagai sumber.  
Oleh M. Ridho Nurjannah F./ MRNF

redaksi