24 Juli 2024

Arahbanua.com, Barabai – Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Tengah mengutarakan sebanyak 96 sekolah di bawah naungannya terancam ditutup karena kekurangan siswa.

Dilansir Antara, Kepala Bidang Bina SD Dinas Pendidikan HST Fakhriady menyampaikan, sedikitnya pada Tahun 2018 sudah ada delapan SD dan Tahun 2019 ada tiga SD yang tutup karena kekurangan siswa.

Ia menjelaskan, jika merujuk pada Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), mensyaratkan satuan pendidikan atau sekolah memiliki jumlah peserta didik paling sedikit 60 orang selama tiga tahun terakhir.

“Kalau kurang dari 60 siswa, sekolah itu bakal ditutup karena tidak bisa mengajukan dana BOS, namun ada beberapa pengecualian seperti sekolah di daerah pegunungan dan jarak sekolah maksimal 3 Km dari sekolah yang sederajat,” katanya.

Dia mengungkapkan, jumlah SD yang siswanya kurang dari 60 orang di Kabupaten HST adalah sebanyak 96 SD termasuk sekolah swasta.

Dirincikannya, untuk Kecamatan Barabai sebanyak 10 SD, Kecamatan Batang Alai Selatan 12 SD, Batang Alai Timur lima SD, Batang Alai Utara lima SD, Batu Benawa tiga SD, Hantakan 11 SD, Haruyan 13 SD, Labuan Amas Selatan 10 SD, Labuan Amas Utara 10 SD, Limpasu tiga SD dan Kecamatan Pandawan 13 SD.

Namun dikatakan Fakhriady, Tahun 2022 ini fokus penanganan SD yang ada di daerah perkotaan Barabai yaitu sebanyak 10 SD yang siswanya kurang dari 60.

Situasi yang sangat miris justru terlihat di SDN Bukat yang berada di tengah kota Barabai di Jalan Murakata. Sekolah bertingkat dua itu justru saat ini tidak diminati lagi. Sampai Tahun 2022 ini jumlah keseluruhan siswanya cuma 31 orang dengan jumlah guru PNS 6 orang dan non PNS 3 orang.

Sekolah yang begitu megah dan dulunya sangat representatif itu dari pantauan ANTARA kini kondisinya nampak tak terurus dan halamannya digenangi air.

Kabid Bina SD mengatakan, memang SDN Bukat tersebut terancam ditutup, karena ada beberapa sekolah terdekat yang jaraknya cuma 1,5 Km yakni SDN 2 Barabai Barat dan MIN Bawan.

“Beberapa upaya juga telah kita lakukan untuk menambah minat warga menyekolahkan anaknya ke SD, diantaranya menggiatkan program keagamaan dan olahraga serta pertandingan antar sekolah. Selain itu, sejak dulu bagi siswa baru juga telah di gratis kan perlengkapan sekolah dari buku hingga seragam,” katanya.

Ia tidak memungkiri, saat ini warga cenderung menyekolahkan anaknya ke sekolah di bawah naungan Kemenag. “Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan apa yang dilaksanakan di Sekolah MIN, juga bisa kita dilaksanakan di SD,” kata Fakhriady.

“Kami juga telah menginstruksikan seluruh guru SD agar berinovatif dan kreatif mengelola satuan pendidikan dengan berbagai program yang menarik dan diminati warga untuk menyekolahkan anaknya ke SD,” tutupnya.(Ant)

redaksi