ARAHBANUA.COM
Oleh: Amir Kumadin
Kemarin, bahkan 1 detik yang lalu, adalah fosil waktu yang mustahil bisa menjumpai Anda kembali.
Sekarang, hari ini, adalah waktu milik Anda sepenuhnya, waktu dimana Anda dapat mengendalikan apa yang menjadi pilihan, sikap, dan tindakan Anda sendiri. Yakni, momentum dan peluang yang lebih berharga daripada segala apa yang Anda miliki dan bahkan lebih berharga daripada langit dan bumi, yang mustahil berulang kembali, untuk berbuat baik.
Esok atau lusa, adalah waktu milik-Nya semata, yg mungkin Anda tidak pernah mendapatkan untuk selamanya.
Imam Hasan Al Bashri bilang: “Dunia itu hanya tiga hari. Kemarin, yang menjauh dari Anda dan tak pernah terulang kembali. Besok, yang belum tentu Anda bisa menjumpainya. Hari ini, adalah waktu dimana Anda beramal sholih”.
Dibalik itu semua, ada hikmah yg sangat berharga bahwa Anda harus benar-benar memanfaatkan waktu sepenuhnya untuk berbuat baik.
Mari saya ajak Anda untuk melakukan amalan dan perbuatan, mulai dari yang kecil-kecil, sepele, dan nampak remeh-temeh, namun inilah yang akan menentukan nasib Anda di dunia ini dan di akhirat kelak.
Jika ada peluang untuk sedekah di depan Anda, yakni saat dimana Anda melewati panitia pembangunan masjid di jalan raya, maka segera ambil tindakan cepat, jangan sia-siakan, berikan 1000 atau 2000 ribu rupiah, apalagi jauh lebih banyak dari itu. Andai orang yang lewat di depan masjid itu 10.000 orang X Rp. 2000, maka menjadi Rp. 20 juta per hari. Andai 1 bulan = Rp. 600 juta.
Ada sunatullooh yg berlaku, bahwa keseluruhan itu terdiri dari bagian-bagian, baik dari bagian yang terkecil maupun bagian yang besar atau terbesar.
Dalam konteks Anda sedekah hanya Rp. 2000 di masjid itu, dan 1 hari terkumpul Rp. 20 juta, maka Anda sama dengan sedekah Rp. 20 juta pada hari itu juga. Andai masjid itu sudah jadi, maka hakikatnya Anda sudah membangun 1 masjid. Tentu yang disebut Anda adalah semua orang yang terlibat bersedekah dalam proses membangun masjid tersebut.
Jika Tuhan meletakkan batu, duri, paku, atau sesuatu yang membahayakan orang lain di jalan raya, saat dimana Anda melewatinya, maka Anda minggir-menepi dan berhentilah untuk menyingkirkan batu tersebut!
Jika Tuhan menyodorkan manusia malang untuk ditolong di di depan hidung Anda, maka jangan bikin alasan apriori dan asumsi, bergegaslah menolongnya, baik dengan tangan, harta, ataupun dengan kekuasaan yang Anda miliki! Sebab, Tuhan akan memberikan pertolongan dan cinta-Nya kepada Anda, yaitu dengan Anda menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Atau Anda jangan sampai berbuat naif dengan bilang, Tuhan sedang menguji hidup orang yang malang itu, tetapi lihatlah bahwa dibalik setiap kejadian dan ayat-ayat kehidupan, hakikatnya bahwa Tuhan justru sedang menguji Anda, apakah Anda mampu mengatasinya dengan mengulurkan tangan untuk membantunya!
Dan tentu, ribuan peluang semacam itu sebagai manifestasi ujian-Nya, harus Anda ambil dan atasi saat Anda melewati hari ini.
Jangan biarkan pikiran negatif dan gelapmu menguasai dirimu…!
Jangan biarkan pikiran-pikiran dangkal, tumpul, dan materialismu mendominasi dirimu…! Atau jangan biarkan pikiran- pikiran dangkal, sempit, dan picikmu (tidak mau dan tidak mampu berpikir jangka panjang, tidak mau dan tidak mampu berpikir filosofis, tidak mau dan tidak mampu melihat dibalik sesuatu, tidak mau dan tidak mampu berpikir sebab-akibat) memenjarakan dan membelenggu dirimu…!
Jangan biarkan syetan mensabotase niat baikmu, dengan menepuk pundakmu dan membisikan sesuatu di telingamu, betapa remeh-temeh amalmu…! Sehingga Anda termasuk orang-orang yang menyesal, merugi, dan binasa…!!!
Misal, cuma paku di jalan kok diambil dan di buang ke tempat aman, buang-buang waktu aja, gua kan orang penting?!
Sedekah kok cuma 2000 ribu, 10 rubu, 20 ribu, dst, dikit amat?!
Surga kok dibayar dengan receh dan hal-hal yang remeh-temeh, dunia persilatan akan kacau?!
Dikumpulin aja dulu, nanti kalau sudah banyak, baru deh sedekah!
Waktu berlalu, meninggalkan Anda. Faktanya setelah Anda mengikuti bisikan itu, niat baik tak pernah berlanjut ke perbuatan,
ngumpulin duitpun tak kunjung disedekahkan…!
Sampai di sini Anda sudah kalah telak karena menyia-nyiakan dua *”nikmat besar”*, yakni nikmat waktu dan kesempatan.
Nabi saw bersabda, “Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang.” (HR. Bukhari).
Hingga akhirnya, jadilah Anda pahlawan Kierkegaard, yakni pahlawan yang menemukan dirinya sudah berada di neraka jahannam.
*Dari itu, maka sekali lagi, bahwa waktu terbaik beramal sholih adalah hari ini.*
Dalam hal ini Nabi saw memperingatkan bahwa,
“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya, (HR. Bukhari).
*phofmu/ ab/ nf/ 180126
![]()


KOMENTAR TERBARU