12 Juli 2024

ARAHBANUA.com

Bekasi  |

Puluhan ribu anggota Badan Kontak Majlis Taklim (BKMT) se Jawa Barat memadati stadion Candrabhaga Kota Bekasi, Kamis 23/11/2023. Mereka datang dari seluruh penjuru Tatar Priangan sejak subuh. Kemudian secara bergelombang memadati halaman dan bagian dalam stadion.

Karena tidak muat di halaman, sebagian bis yang mereka tumpangi terpaksa parkir di halaman Islamic Center dan Asrama Haji Bekasi yang lokasinya tidak jauh dari lokasi.
Kota Patriot seputaran stadion, jalan Ahmad Yani dan depan kantor Walikota, pagi itu, seakan memutih oleh seragam yang mereka kenakan. Mirip jamaah umroh atau haji dengan ihromnya yang putih-putih
Ketua Panitia yang juga Ketua BKMT Wilayah Jawa Barat Hj. Atifah Hasan, dalam sambutannya, mengatakan. Jumlah anggotanya yang hadir dalam kegiatan yang diberi nama: “Zikir dan Doa untuk Negeri Tercinta” sekitar 30.000 orang. Mereka adalah anggota aktif yang menunjukkan kesetiaannya kepada organisasi ustazah yang didirikan oleh tokoh Muslimah terkemuka, alm. DR. Hj. Tutty Alawaiyah tahun 1981 silam itu.
Acara dimulai sekitar jam 09.00 wib. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran oleh qoriah internasional Hj. Mawaddah Muhajir dan Hj. Iis Sholihat. Dilanjutkan dengan parade yang didahului marching band. Kemudian diikuti barisan pembawa bendera merah putih oleh seratusan anggota BKMT, dibelakangnya barisan pembawa bendera BKMT, juga oleh seratusan ustazah dan selanjutnya perwakilan kafilah dari masing-masing daerah.
Usai parade, diisi dengan doa dan zikir. Setelah itu sambutan Ketua BKMT Pusat DR. Hj. Syifa Fauzia M. Arts dan sambutan Ketua Dewan Pembina Prof. DR. H. Dailami Firdaus SH. LLM, MM, dan dilajutkan dengan tausiah oleh KH Syarif Matnajih. Juga pada kesempatan itu panitia menyerahkan santunan kepada 1000 santri tahfidz Quran se-Jabar dan pembagian 400 eksamplar Al-Quran.

 

 

Jaga Persatuan
Ketua Dewan Pembina PP BKMT yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil DKI Prof. DR. H. Dailami Firdauss SH, LLM, MM, mengatakan, kegiatan zikir dan doa untuk negeri diselenggarakan sebagai upaya untuk menciptakan suasana agar nengeri tercinta selalu aman dan damai. Terutama menjelang pemilu. Karena sudah menjadi kebiasaan, suhu politik saat pesta demokrasi lima tahunan itu selalu memanas.
“Saya ingatkan dua point saja pada kesempatan zikir dan doa untuk negeri yang diselenggarakan oleh BKMT ini. Pertama jaga persatuan. Yang kedua jangan mau dipacahbelah atau diadu domba,” tutur Bang Dai, sapaan akrab Prof Dailami, yang pada pemilu mendatang dapat nomor urut 6 untuk pemilihan anggota DPD Dapil DKI.
Bang Dai mengingatkan semua warga bebas memilih. Bebas menentukan siapa jagoannya. Tetapi jangan karena perbedaan pilihan itu membuat terpecah belah. Membuat hidup bertetangga menjadi tidak nyaman. Pemilu harus dimaknai sebagai pesta bukan ajang mencari lawan.
Sementara Ketua Umum BKMT Hj. Syifa Fauzia mengatakan banyak anggota BKMT yang menjadi caleg, baik di tingkat Pusat (DPR RI) maupun di tingkat Propinsi dan kabupaten/kota. Mereka dicalonkan oleh partai yang berbeda-beda. Itu menunjukkan bahwa kader BKMT mempunyai kompetensi dan kemampuan yang dapat diandalkan. Sementara BKMT sendiri menurutnya tetap netral. Tidak ikut-ikutan dalam politik praktis.
“Yang saya ingatkan adalah, setelah terpilih nanti apa yang bisa disumbangkan untuk BKMT sehingga BKMT tetap kuat dan jaya,” tuturnya.
Di bagian lain sambutannya, Hj. Syifa menunjukkan keprihatinannya kepada nasib rakyat Palestina yang dibunuh secara biadab oleh Israel. Ia meminta seluruh umat Muslim membantu rakyat Palestina. Pada kesempatan itu BKMT sendiri juga menggalang dana dari jamaah untuk kemudian diserahkan kepada rakyat Palestina.

 

 

 

redaksi