25 Juli 2024

Beky Mardani ( foto ist )

Editor: Dyan Hasri
arahbanua.com, Banjarbaru –

Salah satu nara sumber pada acara yang diadakan pada Kamis (27/7/2023) Ketua Umum Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) Beky Mardani, bahwa pembahasan kali ini memiliki nilai strategis karena secara bersamaan, saat ini tengah dibahas
Rencana revisi UU 29/2007 tentang status Jakarta dan Revisi Perda 5/2015 ttg pelestarian budaya betawi, kedua regulasi tersebut harus memuat materi dalam rangka memperkuat ekosistem pemajuan budaya betawi.

Bang Beky sapaan akrabnya menjelaskan dua dimensi penurunan Indeks Pembangunan Kebudayaan Jakarta. Pada dimensi ekonomi budaya mengalami penurunan sangat drastis setiap tahunnya, bagi Beky untuk memperbaiki dimensi ekonomi budaya, harus ada terobosan dalam political will yang dapat memperdayakan dan mengembangkan sentra-sentra ekonomi budaya Betawi.

Potensi ekonomi budaya yang dapat dikembangkan setidaknya bukan saja sektor kuliner atau kerajinan Betawi semata, justru bagi Beky pengembagan samggar budaya dan seni yang terbilang banyak akan lebih menguntunkan secara ekonomi dan pemajuan budaya Betawi.

Dimensi kedua yang disoroti ketua umum LKB ini ekspresi Budaya, meskipun Jakarta memiliki Ingub Nomor 45 /2020 tentang ekositem berkesenian namun aplikasinya belum optimal dan tidak akan maksimal. Ini disebabkan tata ruang Jakarta yang sempit untuk melaksanakan Ingub.

Oleh karena itu, Beky berharap pemprov DKI jakarta menyerap aspirasi dari organisasi yg mewakili ratusan sanggar dan komunitas di bidang seni budaya ini. Pemprov harus membangun ekositem baru disetiap tingkat Kecamatan, dan juga keperpihakan yang kuat dari Pemprov pada pengalokasi Anggaran.

Beky melanjutkan dihari bersamaan milad nya FBR dapat dijadikan pegangan tema yang di angkat yg aktual dan mengena.

Di satu sisi nilai tradisi adalah kekayaan dan nilai budaya betawi yg terbukti mampu membuat kaum Betawi bukan saja bertahan di tengah terpaan dan gelombang dan serangan budaya asing yang demikian masif. Disisi lain, nilai-nilai tradisi mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi apalagi Jakarta yang alan menjadi kota ekonomi global.

Ketua umum LKB meyakini perubahan status menjadi ekonomi global akan menjadi ruang, memberi peluang sekaligus tantangan bagi kaum betawi dalam mengoptimalkan potensi diri dan soliditasnya

redaksi