13 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor yang diperiksa oleh Pelaksana Tugas Kepala Biro Perekonomian, Raudatul Jannah menyampaikan peluang Kalsel yang memiliki ruang besar untuk produsen makanan halal dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Banua.

“Saya yakin Kalsel memiliki potensi menumbuhkan produsen makanan halal, kita harus memanfaatkan potensi ini sebaik-baiknya dengan merangkul seluruh elemen,” ujar Raudatul Jannah pada kegiatan Fasilitasi 1.000 Sertifikasi Halal Self Declare di gedung Idham Chalid Banjarbaru, Selasa (21/5/2024 ) .

Raudatul Jannah menjelaskan jika peluang didapat dengan berkolaborasi dengan kalangan ulama, akademisi, organisasi, dan media guna menumbuhkan ketegangan masyarakat maupun pelaku usaha terhadap fungsi.

Pemprov Kalsel tentunya mengapresiasi fasilitasi sertifikasi halal ini untuk memberikan dukungan kepada pelaku UMKM Banua sehingga memiliki sertifikat halal atas produknya, sebagaimana tema pada kegiatan tersebut yakni, Pentingnya Sertifikasi Halal bagi pelaku usaha dalam menyongsong Wajib Halal 17 Oktober 2024 mendatang.

Selain melengkapi sertifikasi halal, Ia juga mengingatkan agar pelaku usaha dapat berkomitmen, konsisten menjaga mutu dan kehalalan produk sesuai dengan amanat yang sudah diberikan.

Momentum fasilitasi ini sekaligus mensosialisasikan lebih lanjut tentang pentingnya sertifikasi halal bagi kelancaran dan pengembangan usaha, sebagaimana kebijakan sertifikasi halal merupakan tindak lanjut dari Undang-undang jaminan produk halal Nomor 33 tahun 2014.

Adapun amanat pada undang-undang tersebut ditujukan untuk 3 kelompok produk antara lain, makanan minuman, jasa dan hasil penyembelihan, serta bahan baku menambahkan makanan dan bantuan untuk produk makanan dan minuman.

“Pemprov Kalsel berkomitmen untuk bergerak cepat dalam mensukseskan fasilitas sertifikasi halal bagi pelaku usaha, bagi seribu sertifikasi yang halal pada hari ini,” ujarnya. MC Kalsel/Fuz

JUMLAH;  diskominfomc

 

Disalin dari https://kalselprov.go.id/ 
Oleh M. Ridho Nurjannah F./ MRNF (AB)

redaksi