12 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

 

Dunia mempunyai luas keseluruhan 510.072.000 km2, terdiri dari luas daratan 148.940.000 km2 dan luas perairan 361.132.000 km2.

Di dunia ada 206 negara berdaulat yang dapat dikelompokkan berdasarkan keanggotaannya dalam Sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu: : 193 negara anggota PBB, 2 negara pengamat nonanggota Majelis Umum PBB (MU-PBB), 2 negara nonanggota PBB, tetapi memiliki keanggotaan dalam sekurang-kurangnya satu badan khusus PBB, dan 9 negara nonanggota PBB yang tidak memiliki keanggotaan dalam sistem PBB sama sekali.

Tidak ada definisi mengenai syarat terbentuknya suatu negara yang mengikat bagi keseluruhan masyarakat dunia.

Luas hutan total seluruh dunia, dalam buku Forest, biodiversity and people, total luas hutan di dunia 2020 mencapai 4,06 miliar hektar.

Menurut data tahun 2011, Rusia memiliki hutan terluas di dunia yaitu 7.762.602 km2, Dan Indonesia ada diurutan ke 8 yaitu 1.257.953 km2

Hutan Amazon adalah hutan hujan tropis terbesar di dunia. Tak heran jika Amazon juga punya pohon terbanyak di dunia. Brasil memiliki total tutupan hutan hampir 4.776.980 km persegi yang merupakan hampir 56 persen dari luas daratan negara secara keseluruhan.

Indonesia merupakan negara wilayah terluas ke 14 di Dunia.

Indonesia, dengan nama resmi Republik Indonesia, adalah sebuah negara kepulauan di Asia Tenggara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada di antara daratan benua Asia dan Oseania sehingga dikenal sebagai negara lintas benua, serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Sebagian besarnya berada di Pulau Papua, yakni 33,12 juta ha atau 32,2% dari total luas tutupan hutan Indonesia. Hutan terluas berikutnya ada di Kalimantan, yakni 31,10 juta ha (30,3%). Kemudian di Sumatra luas hutannya 16,01 juta ha (15,6%), dan Sulawesi 10,86 juta ha (10,6%).

Namun di Kalimantan lah mengalami deforestasi terparah. Di Indonesia Capai 257.384 Hektare Sepanjang 2023, Kalimantan terparah.

Kalimantan mencatatkan angka deforestasi tertinggi dengan total 124.611 Ha, hampir separuh dari total deforestasi di Indonesia pada tahun 2023. Kalimantan Barat menjadi daerah terparah dengan 35.162 Ha, diikuti oleh Kalimantan Tengah (30.433 Ha), Kalimantan Timur (28.633 Ha), Kalimantan Selatan (16.067 Ha), dan Kalimantan Utara (14.316 Ha)

 

Jadi, apa itu “deforestasi”?. 

Deforestasi adalah Penggundulan hutan, penebangan hutan, atau deforestasi adalah kegiatan menebang hutan atau tegakan pohon sehingga lahannya dapat dialihgunakan untuk penggunaan nonhutan, seperti pertanian dan perkebunan, peternakan, atau permukiman.

Dalam perspektif ilmu kehutanan, deforestasi ditafsirkan sebagai situasi hilangnya tutupan lahan dan atribut-atributnya yang berimplikasi pada hilangnya struktur dan fungsi hutan itu sendiri. Dalam jangka waktu yang lama, hutan yang dikonversi menjadi non hutan seperti semak memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan.

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) deforestasi adalah kegiatan penebangan kayu komersial dalam skala besar. Di Indonesia tingginya angka deforestasi di Indonesia sangat berhubungan erat dengan permintaan lahan untuk konversi pertanian dan pertambangan.

Setiap tahun terjadi antara 15–18 juta hektare hutan dimusnahkan di seluruh dunia, itu tanah setara luas Bangladesh,

Indonesia mulai menghitung tingkat deforestasi sejak tahun 1990. Faktanya, deforestasi tertinggi terjadi pada periode tahun 1996 sampai 2000, sebesar 3,5 juta ha per tahun, periode 2002 sampai 2014 sebesar 0,75 juta ha per tahun, dan mencapai titik terendah laju deforestasi pada tahun 2022 sebesar 104 ribu ha.

Deforestasi menyebabkan erosi tanah yang lebih besar. Erosi tanah mempunyai dampak buruk terhadap lingkungan, termasuk hilangnya lahan subur dan tanaman pangan. Daerah dengan tingkat erosi tanah yang tinggi juga lebih rentan terhadap banjir, tanah longsor, badai debu, dan polusi air.

Contoh deforestasi yang paling nyata, yakni pembukaan lahan hutan dan mengubahnya menjadi perkebunan sawit. Contoh deforestasi lainnya, yaitu penggundulan hutan agar kayunya bisa diolah menjadi kertas atau sejenisnya.

Pengalihfungsian hutan sebagai kebun kelapa sawit juga menyebabkan hilangnya tutupan lahan. Jika deforestasi terus dilakukan pada dampak yang akan terjadi yakni hilangnya tutupan hutan hujan tropis yang menjadi habitat asli satwa dan tumbuhan. Spesies hewan dan tumbuhan pun bisa punah seiring dengan berjalannya waktu.

Lantas, apakah deforestasi bisa dihentikan? Aktivitas ini bisa dihentikan dan dilakukan pencegahannya. Pencegahan proses deforestasi dapat dilakukan dengan melakukan penebangan sistem tebang pilih dan penanaman kembali.

Deforestasi yang telah terjadi puluhan tahun, dianggap menjadi penyebab terjadinya berbagai bencana banjir dan longsor di Indonesia. Deforestasi juga berkontribusi pada terjadinya pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim dunia.

 

 

Wallahu A’lam Bishawab

 

Dirangkum dari berbagai sumber. 
Oleh M. Ridho Nurjannah F./ MRNF

redaksi