20 Juli 2024

arahbanua.com

Harto Malik

 

Gabungnya Cak Amin (Muhaimin Iskandar) ke Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) sebagai Wakil Anies membuat relawan Anies goncang, karena PKB sebelumnya adalah Pro Rezim dan Cak Imin dianggap punya kasus.

Anies yang diusung Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) telah mendapat dukungan tiga partai politik dari parlemen. Ketiganya yakni Partai Nasdem, Partai PKS, Partai Demokrat.

Berbagai analisa Relawan Anies Muncul, ada yang menyikapi positif ada juga yang negatif mengira ‘Jebakan Batman’, penjegalan Pak Anies menuju Capres, mereka menganggap keputusan Suryo Paloh dan Anies menarik Cak Imin menjadi Wakil, akan menjegal Anies Baswedan menjadi Cawapres, terkait berita kasus korupsi Cak Imin di Kemenaker, sebagian mereka juga masih meragukan komitmen Surya Paloh mengusung Anies Baswedan, karena selama ini Surya Paloh juga Pro Rezim, relawan dan simpatisan mengira ini trik politik Surya Paloh untuk menjegal Anies.

 

 

 

Sedangkan mereka yang mendukung, bergabungnya Cak Imin ini suatu gebrakan atau keputusan yang tepat, karena PKB dan Cak Imin punya masa yang besar, di parlemen PKB mempunyai 58 kursi, lebih banyak dari PKS, ini sangat membantu suara untuk Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Cak Imin didukung Kyai-Kyai NU, Cak Imin Pejuang Santri, PKB dan NU punya masa besar khususnya di Jawa Timur dan daerah basis muslim lain, ini sangat membantu suara untuk Anies.

Diskusi dan analisa relawan ini berlangsung berhari-hari, di WAG Relawan Anies Khususnya Kalimantan Selatan, relawan bimbang, ada anggota simpul relawan dan simpatisan yang menyatakan tidak mendukung Anies lagi bila wakilnya Cak Imin, sebagian mereka berharap Wakil Anies dari pihak bukan Pro Rezim.

 

 

Seiring berjalan waktu Alhamdulillah akhirnya relawan dan simpatisan bisa menerima, “siapa pun wakilnya kami relawan tegak lurus memilih Anies”. Kata para relawan.

 

 

 

Waktu terus berjalan, terbukti pasangan Anies Baswedan dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) disingkat AMIN, semakin solid, masa simpatisan terlihat makin besar, mereka semakin antusias mendukung AMIN, kegiatan AMIN selalu dibanjiri masa.

Apakah AMIN bisa menang, seharusnya AMIN menang, malah aneh bila AMIN KALAH, karena AMIN mewakili Suara Muslim, sedangkan Indonesia mayoritas Muslim, bila AMIN kalah, maka mayoritas Muslim di Indonesia ‘diragukan’.

Gabungnya Anies dan Cak Imin dinyatakan sebagai gabungnya 2 kekuatan besar Islam di Indonesia “Muhammadiyah dan NU bersatu”, “Cak imin adalah orang NU , “Anies orangnya Muhammadiyah”, “AMIN pasti menang”.

Ayo kita menangkan AMIN, bersatulah Umat Islam, bersatulah Muslim, untuk Indonesia sejahtera, berkeadilan menuju negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur.

 

 

 

 

redaksi