20 Juli 2024
Editor Dyan Hasri
arahbanua.com, Banjarbaru-

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menerima kunjungan audiensi tim peneliti terorisme dari UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, Senin (14/8). Kunjungan tim peneliti tersebut sekaligus menyampaikan izin penelitian lanjutan di lembaga tersebut terkait para napi teroris di Indonesia.
Salah satu tim peneliti dari UIN Ar-Raniry Dr. Fairus, Rabu (16/8) mengatakan agenda di BNPT merupakan kegiatan lanjutan setelah bertemu dengan para mantan napi teroris yang ada di Aceh. Khusus ke BNPT, menurut Fairus melibatkan peneliti lain untuk memperkaya data dan informasi terkini. Peneliti yang hadir di BNPT antara lain Jarnawi, MPd, dan Arif Ramdan, MA.
Saat ini mereka sedang melakukan penelitian “Pengembangan Model Moderasi Beragama Mantan Narapidana Terorisme di Indonesia”. Penelitian ini diketuai oleh Dr Fakhri, M.A yang juga bagian dari keluarga besar Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Aceh.
Audiensi tim peneliti dari UIN Ar-Raniry diterima oleh Kasubdit Kotra Propaganda BNPT, Kol. Sus.Drs Solihuddin Nasution, didampingi Kasi Media Literasi Rizky Adianhar, dan Maira Himadani, Subkoordinasi Partisipasi Masyarakat.
Solihuddin mengatakan di Aceh termasuk unik karena eks napi teroris sangat beragam dan bukan orang-orang biasa. Jadi saat mereka bebas, mereka bisa berkegiatan mandiri dan juga kita dorong untuk terus kreatif dan inovatif.
“Kehidupan mereka variatif dan saat ini mereka sudah berkegiatan ekonomi di daerahnya masing-masing. Merek berkreasi setelah keluar dari penjara. Mereka ini orang-orang hebat, kegiatan moderasi beragam bagaimana kita kembangkan dan kita angkat lokal wisdomnya. Sehingga mudah diterima tidak rumit,” katanya.
Ia mengatakan, BNPT melalui FKTP di setiap provinsi setiap tahun terus melakukan penelitian, maka menurutnya semua kebijakan dan program berkaitan pencegahan terorisme itu sifatnya base on riset, semua basisnya penelitian.
Pada audiensi tersebut tim peneliti mendapat banyak informasi dan masukan penting terkait data narapidana terorisme baik yang masih menjalani pemasyarakatan di sejumlah lapas di Tanah Air, maupun para mantan napi yang saat ini sudah kembali ke masyarakat.
Selain dengan BNPT, tim peneliti juga menemui Yudi Zulfahri, penulis buku Bayang-Bayang Terorisme. Yudi mengetahui banyak hal seluk-beluk terorisme di Indonesia dan Aceh. Ia juga bagian dari pelatihan teroris di Kamp Jalin, Jantho,Aceh Besar. Pertemuan dengan Yudi memetakan banyak informasi terkini berkaitan dengan proses deradikalisasi mantan terorisme maupun pola pengembangan moderasi beragama dalam sudut pandang ia sebagai mantan napi teroris.
Dr Fairus mengatakan pertemuan dengan BNPT maupun sejumlah eks napi teroris di Indonesia, khususnya yang di Aceh memberikan banyak informasi berharga untuk penelitian yang saat ini mereka lakukan.
“Kita mulai menemukan titik terang bagaimana pola pengembangan moderasi beragama ke depan terutama bagi para mantan napi teroris termasuk yang ada di Aceh,” ujarnya. []

redaksi