21 Juli 2024

Lukisan Kekaisaran Turkiye merebut Konstantinopel ( foto ist )

Editor: Reza Nasrullah
arahbanua.com, Banjarbaru –
 

Sejak pertengahan 1990an, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah memainkan peran yang penting dalam perpolitikan Turkiye, dan pandangan-pandangan serta tindakan-tindakannya telah secara bermakna membentuk kenyataan social, ekonomi dan politik yang baru.

Pada tanggal 27 Maret 1994, Recep Tayyip Erdogan menjadi walikota Metropolitan Istambul, sebuah periode ketika reputasinya bertumbuh seiring kemahirannya memecahkan masalah-masalah yang menantang. Dia berhasil memecahkan masalah besar persampahan, khususnya di daerah pantai Halic, dan secara efektif menemukan solusi krisis air sehingga menjamin aliran air yang dibutuhkan warganya.

Cerita karir politik Erdogan mengalami titik balik dramatis pada tanggal 12 Desember 1997, ketika dia divonis penjara dan akibatnya kehilangan jabatan walikota Istambul, usai membaca sebuah puisi di depan public.

Empat bulan kemudian dia dibebaskan dari penjara, terjadi masa persiapan membangun sebuah partai antara April 1998-Juli 2001=3 tahun lebih 3 bulan. Maka pada 14 Agustus 2001, dia mendeklarasikan secara resmi berdirinya Partai Keadilan dan Pembangunan.

Dua tahun kemudian, PKP ikut pemilu dan langsung menang sehingga ketuanya Recep Tayyip Erdogan berhak menyandang jabatan Perdana Menteri sejak 15 Maret 2003. Kemenangan PKP tidak tanggung-tanggung, tidak memerlukan koalisi untuk mebentuk pemerintahan. Dengan kemenangan ini dia melancarkan reformasi penting di bidang demokrasi, social, dan ekonomi.

Hasil reformasinya adalah stabilitas politik dalam negeri sekaligus meningkatnya wibawa Turkiye dalam pergaulan internasional.

Rangkaian kemenangan pemilu Erdogan tidak terputus, dimulai dari 22 Juli 2007, diikuti kemenangan pada 12 Juni 2011, dan 10 Agustus 2014. Sebuah referendum pada 2017 menyetujui kemenangannya untuk bergeser dari system parlementer menjadi system presidensial, dan dia lebih lanjut mengonsolidasikan posisi dengan terpilih sebagai presiden pada 24 Juni 2018.

Pembangunan Ekonomi dan Infrastruktur

Sejak tahap-tahap awal pemerintahannya, Erdogan membimbing sebuah pertumbuhan dan evolusi ekonomi secara besar-besaran.

Di bawah bimbingannya, pendapatan per kapita warga Turkiye menjadi hamper 3x lipat yang berarti membawa Turkiye sebagai ekonomi dengan ekspansi tercepat dunia.

Kemiskinan berhasil diturunkan jauh ke bawah rata-rata, dan Turkiye naik peringkat menjadi negara urutan 19 ekonomi terbesar dunia dengan nilai kekayaan US$ 1 triliun. Kemajuan yang mencolok ini sebagiannya adalah hasil dari rangkaian strategi reformasi struktural dan stabilitas yang diarahkan kepada integrasi ketat Turkiye ke dalam ekonomi global.

Langkah-langkah strategis ini meliputi kebijakan-kebijakan ekonomi liberal, membina kewirausahaan dan melancarkan reformasi penting sektor perbankan.

Erdogan telah membuat keputusan yang berani dengan membangun infrastruktur yang sudah lama diabaikan sepanjang sejarah Turkiye.

Pemerintahannya telah memperlihatkan komitmen yang dalam terhadap pembangunan infrastruktur, dengan melakukan investasi besar-besaran pada berbagai sector, termasuk transportasi, kesehatan, dan pendidikan.

Prestasi-prestasi yang patut dicatat di bawah kepemimpinannya meliputi dibangunnya jaringan jalan raya ganda skala nasional dan kereta api cepat, pembangunan jembatan-jembatan dan waduk-waduk, serta perluasan bandara di hampir semua provinsi.

Lebih lanjutnya, pendirian rumah-rumah sakit dan sekolah-sekolah baru telah sangat berarti kontribusinya bagi berlanjutnya kemajuan infrastruktur Turkiye. Sebuah contoh dedikasi Turkiye pada pendidikan tecermin pada tingkat partisipasi pendaftaran anak sekolah usia 6-14 tahun, yang merupakan tingkat tertinggi di antara negara-negara anggota OECD dan negara-negara mitra (non-anggota) OECD.

Di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan, sistem kesehatan Turkiye telah menyaksikan sebuah transformasi yang mengagumkan, yang secara efektif mengatasi tantangan-tantangan besar. Penduduk secara keseluruhan telah memperoleh akses kepada layanan-layanan kesehatan berkualitas tertinggi, sementara diwujudkannya rumah-rumah sakit kota berhasil melayani kebutuhan komprehensif setiap wilayah dengan menawarkan fasilitas kesehatan berskala luas.

Sedangkan dalam skala internasional, keberadaan Turkiye sangat terasa, di mana 42 kontraktor nasionalnya masuk ke dalam daftar 250 kontraktor tertinggi dunia, beriringan  dengan sistem perbankannya dan perusahaan-perusahaan industry pertahanannya yang solid.

Sebagai tambahan, Turkiye telah muncul sebagai penghubung vital bagi proyek Jalan Raya Sutra dan memainkan peran penting dalam memfasilitasi transfer gas alam.

Industri Pertahanan Nasional

Turkiye telah mengalami kemajuan yang sangat berarti dalam industri pertahanan nasionalnya, dengan berfokus pada pengurangan ketergantungan pada pemasok asing dan memperkuat kemampuan militernya.

Upaya strategis ini telah membuahkan hasil berupa produksi peralatan militer, meliputi kendaraan lapis baja, drone, kapal-kapal perang, dan pesawat terbang.

Sebuah perkembangan yang patut dicatat adalah kemajuan mengesankan dalam pembuatan drone bersenjata. Drone Turkiye, dicontohkan oleh Bayraktar yang sangat canggih, yang telah membuktikan kemampuannya pada peperangan di Karabakh (Azerbaijan vs Armenia) dan perang Rusia melawan Ukraina. Turkiye telah menerima pengakuan sebagai eksportir utama sistem-sistem drone canggih, sehingga mendapat perhatian media massa internasional secara luas.

Paket-paket Demokratis

Berlawanan dengan tuduhan-tuduhan dunia Barat yang tidak substantive, kenyataan lapangan media massa di Turkiye telah mengalami transformasi yang positif dan mencerahkan.

Hari ini, ada diversitas media yang lebih ramai/beragam yang menjamin kritisme disbanding era 1990an. Turkiye kini berani berbangga dengan banyaknya platform media massa yang bebas bersuara termasuk media massa oposisi.

Suara-suara kritis juga tumbuh subur di seantero jalur-jalur media sosial yang semakin beragam, yang diperkuat oleh tokoh-tokoh berpengaruh.

Ditambah lagi, kebebasan sipil semakin meluas di Turkiye, sehingga berakhirlah kejahatan-kejahatan yang tidak terselesaikan yang menyelubungi era 1990an dan terbukalah lingkungan yang lebih inklusif bagi kebebasan berserikat.

Pemerintahan Erdogan telah menjalankan peran kunci dalam memperbaiki hak-hak dan status golongan-golongan minoritas, khususnya dengan fokus pada populasi suku Kurdi.

Upaya-upaya serius telah dilaksanakan demi meningkatkan identitas, hak-hak budaya maupun bahasa mereka, termasuk diwujudkannya badan penyiaran TV berbahasa Kurdi yang didukung oleh negara. Semua inisiatif ini diniatkan demi membebaskan mereka dari pembatasan dan pengawasan masa lampau.

Bahkan langkah-langkah nyata telah dijalankan demi mengamankan dan meningkatkan kebebasan berpendapat, berserikat dan menjalankan ibadah agama bagi komunitas minoritas yang lebih kecil seperti kaum Kristen, Suryani, Yahudi, dan Armenia.

Sebelumnya, proses-proses demokrasi Turkiye sering dirusak oleh intervensi militer.

Namun warga negara Turkiye telah konsisten menunjukkan komitmen yang tak terpatahkan terhadap demokrasi ketika mereka bersatu menggagalkan upaya kudeta militer tahun 2016.

Aksi kolektif rakyat Turkiye di atas merupakan penegasan betapa kuatnya dedikasi mereka memegang dan sekaligus mengamankan integritas proses pemilihan.

Patut dicatat, bagaimana pada 14 Mei 2023 partisipasi para pemilih mencapai tingkat yang luar biasa tinggi yaitu 90% memberikan suaranya. Keterlibatan ini mencerminkan tingginya rasa tanggungjawab warga negara demi tegaknya demokrasi yang sehat bagi kemajuan negaranya.

Peningkatan Pengaruh Internasional

Pemerintahan Erdogan telah secara aktif mengejar prestasi berpengaruhnya Turkiye pada panggung internasional.

Hal ini dibuktikan dengan peran yang lebih agresif dalam kancah politik regional, khususnya pada arena konflik di Syria, Libya, dan Karabakh. Lebih dari itu, Erdogan telah maju memosisikan Turkiye sebagai pemimpin bagi dunia Muslim sekaligus tampil sebagai donor terbesar dunia bagi kemanusiaan dengan membantu semua manusia yang sedang membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Semakin naiknya pengaruh internasional Erdogan dapat ditelusuri dari bakatnya sebagai pemimpin yang kharismatik dan kelihaiannya dalam berdiplomasi.

Dia telah merajut hubungan kuat dengan berbagai negara, khususnya dari benua Afrika dan wilayah Balkan, sedangkan pada saat yang sama menjaga keseimbangan hubungan yang rumit dengan negara-negara kuat dunia.

Di Afrika, Erdogan telah mendedikasikan upaya-upaya yang serius dalam memperkuat hubungan yang terlihat dari pertambahan kedutaan Turkiye dari 12 menjadi 45 sejak 2002. Hal ini telah membuka jalan bagi kemitraan ekonomi, bertambahnya investasi Turkiye, dan terfasilitasinya hubungan dagang dan investasi.

Dalam konteks Libya, Recep Tayyip Erdogan telah memainkan peran penting berupa perpanjangan bantuan militer dan dukungan politik kepada Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui PBB, dengan demikan bermanfaat bagi upaya-upaya resolusi terhadap konflik yang berlangsung.

Di Balkan, Erdogan terus aktif meningkatkan kedekatan hubungan dengan negara-negara kawasan, seraya menekankan pentingnya merawat kerjasama ekonomi dan pertukaran budaya.

Upaya yang saling berjalin-kelindan ini telah secara efektif memperluas pengaruh Turkiye di kawasan tsb. Lebih jauh lagi, dia memperlihatkan kecerdikannya dalam menyikapi hubungan dengan Rusia vs Barat dalam krisis Ukraina.

Upaya yang saling berjalin-kelindan ini telah secara efektif memperluas pengaruh Turkiye di kawasan tsb. Lebih jauh lagi, dia memperlihatkan kecerdikannya dalam menyikapi hubungan dengan Rusia vs Barat dalam krisis Ukraina.

Seraya mempertahankan hubungan kemitraan strategis dengan Rusia, dia juga menyuarakan dukungan bagi integritas territorial Ukraina dan mengusulkan resolusi damai atas konflik yang sedang berkecamuk. Salah satu contoh kecerdikan Erdogan dalam menangani dinamika geopolitik yang rumit dapat disaksikan ketika dia memediasi terwujudnya kesepakatan berlakunya ekspor produk biji-bijian dari Ukraina melalui Laut Hitam. Kesepakatan ini sangat berdampak menghindarkan dunia dari krisis pangan. Karena Ukraina adalah eksportir utama dunia bagi produk biji-bijian bahan baku makanan di banyak negara.

Dengan terpilihnya kembali Erdogan sebagai presiden pada pilpres 28 Mei 2023 yang baru berlalu, tekadnya mewujudkan ‘Abad Turkiye’ akan semakin mendekati kenyataan, di mana maksud dari abad Turkiye adalah negara Turkiye yang kuat ekonominya dan kemerdekaan dalam bidang industri pertahanan nasional. Dia juga bisa melanjutkan upaya menjaga hubungan seimbang antara kedekatan Turkiye dengan Barat vs kedekatan Turkiye dengan Rusia. Sekaligus menaikkan dinamika hubungan dengan negara-negara Teluk dan Saudi Arabia di kawasan Timur Tengah.

Pertandingan pemilu presiden antara jagoan oposisi yang menjanjikan akan mengusir semua pengungsi dari Turkiye karena membebani negara vs Erdogan yang menjanjikan berlanjutnya perlindungan dan bantuan bagi pengungsi, telah dimenangkan oleh pemimpin yang berkualitas peri kemanusiaan sejati, dan kalahnya calon presiden yang sekedar mengandalkan retorika politik minus peri kemanusiaan.

 

Nevzet Celik. Penulis artikel adalah seorang pendiri dan direktur Pusat Riset Terdepan Paris (Paris Advanced Research Center), yakni lembaga pemikiran yang terkemuka yang meluncurkan inisiatif-inisiatif riset dan menawarkan layanan konsultasi. Artikel ini di muat di trtworld.com. Diterjemahkan dan diedit seperlunya oleh Reza Nasrullah dari arahbanua.com.

 

 

 

redaksi