19 Juli 2024
Kolumnis : Reza Nasrullah
arahbanua.com, BANJARBARU –

 

Kira-kira 150 ribu tahun sudah berlalu sejak Nabi Adam AS dan Siti Hawa diturunkan ke bumi untuk berkiprah sebagai khalifah.
Sebelum turun ke bumi dari surga, Al-Qur’an menceritakan “peristiwa politik” antara “partai Iblis” vs “Partai Manusia”. Yakni ketika Iblis berhasil menipu Adam dan Hawa agar melanggar perintah ALLAH SWT jangan mendekati sebuah pohon dan jangan memakan buahnya. Iblislah yang menamai pohon terlarang ini dengan sebutan pohon dan buah khuldi (keabadian).

Jadi tekad Iblis menyesatkan Adam dan seluruh keturunannya bisa dipelajari dari peristiwa politik pertama ini. Apa dan bagaimana hakikatnya politik, bisa dipahami dari tipudaya Iblis. Namun politik Adam menangkis politik Iblis adalah dengan mengakui kesalahannya kepada ALLAH SWT dan memohon ampunan dan kasih sayangNya. Maka Adam dan Hawa tidak bisa disesatkan oleh Iblis, meskipun harus turun ke bumi. Dan memang ke bumi (dan bukan di surga) adalah skenario ALLAH SWT ketika Dia berfirman akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi (QS 2: 30).
Maka sejak itu pertarungan politik antara Partai Iblis melawan Partai Manusia berlangsung di bumi dan telah berlangsung selama lebih dari 150 ribu tahun terakhir. Hasilnya Partai Manusia berhasil dipecah-belah oleh Iblis menjadi DUA partai, yakni Partai Syaithon (Hizbusysyaithon) dan Partai Allah ( Hizbullaah).

redaksi