ARAHBANUA.COM
BANJARBARU – Puncak kemarau diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika di Kalsel terjadi pada Agustus.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan terus meningkatkan koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II termasuk pihak terkait lainnya, untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Terkhusus, di kawasan lahan gambut sekitar Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru. Sebab, jika lahan itu terbakar maka akan sulit dikendalikan dan jika sampai menyebar dan meluas serta massive akan menyulitkan penerbangan karena asap.
Ujungnya akan menggangu penerbangan dan mengakibatkan roda perekonomian terganggu.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalsel, Bambang Dedi Mulyadi, Sabtu (12/7/2025) mengatakan, saat ini pihaknya rutin melakukan patroli sekaligus pengukuran tinggi muka air di kawasan gambut tersebut.
Bambang menyebut, hasil pemantauan terbaru menunjukkan tinggi muka air sudah menyentuh angka 40 sentimeter, batas yang dianggap rawan terhadap kekeringan.
“Kalau sudah di angka 40 sentimeter, maka kawasan itu rawan kering. Jika terus menyusut, maka perlu diambil tindakan, seperti membuka kanal irigasi menuju bandara atau bahkan melakukan operasi modifikasi cuaca,” ujar Bambang.
Namun pembukaan kanal air masih belum diperlukan mengingat ada hujan beberapa kali yang turun dan menambah debit ait.
Menurut Bambang, pembukaan kanal irigasi akan dikoordinasikan langsung dengan pihak BWS Kalimantan II sebagai lembaga yang berwenang dalam sistem pengairan wilayah tersebut.
“Kami akan terus memantau. Jika tinggi muka air makin turun dan pembasahan diperlukan, maka kami segera berkoordinasi dengan BWS untuk membuka pintu air,” tambahnya.
Masih Bambang, berujar, BPBD Kalsel sendiri segera menggelar rapat koordinasi untuk penetapan status Siaga Darurat Karhutla tahun 2025.
“Penetapan status siaga bencana ini penting, karena menjadi dasar untuk permohonan bantuan pusat dalam hal penanganan karhutla, semisal helikopter water bombing dan modifikasi cuaca,” jelas Bambang.
Babakan guna mengatisipasi, BPBD Kalsel telah mengajukan permintaan lima unit helikopter water bombing dan dua helikopter patroli ke BNPB, serta usulan operasi modifikasi cuaca ke BMKG.
Soal status siaga, kata Bambang, sementara ini, masih Kota Banjarbaru menjadi daerah pertama di Kalsel yang menetapkan status siaga karhutla.
*lukhak/ ab/ nf/ 010825 003
![]()


KOMENTAR TERBARU