11 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

Oleh: Harto Malik*
Aktivis Muslim dan Gerakan Perubahan Kalimantan Selatan

 

Banjarbaru – Pilkada sebentar lagi , baliho banyak terpasang dengan berbagai slogan dan gaya, ada wajah lama dan banyak wajah baru.

Lagi fenomena pilkada 2024 di Kalsel diwarnai dengan wajah acil-acil, banyak acil-acil maju menjadi calon pemimpin.

Kenapa jadi acil-acil maju pilkada, apakah buhan paman-paman sudah kada kompeten lagi sebagai pemimpin, atau paman sudah kada dipercaya lagi, tidak berkualitas lagi.

Bagi saya agak aneh, bagi kaum muslim bila perempuan menjadi pemimpin
. Walaupun banyak perbedaan pendapat perihal perempuan menjadi pemimpin, mulai isu kesetaraan Gender, memberi kesempatan yang sama kepada perempuan, adanya contoh pemimpin perempuan di jaman dahulu menjadi alasan atau dasar bagi perempuan untuk menjadi pemimpin.

Bagi kita muslim dalam Qur’an Laki-Laki yang dikodratkan Allah untuk menjadi pemimpin/pelindung bagi perempuan, dan dilebihkan oleh Allah dari perempuan
dalam ayat Al-qur’an Surat An-Nisaa : 34 sebagian ayatnya berarti :

“Laki-laki itu pelindung bagi perempuan, karena Allah telah melebihkan sebagian Mereka ( laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan)”

Lalu dimana kesalahannya, apakah acil-acil salah maju dalam pilkada, mungkin acil tidak salah selama dia tidak Nusyuz ( meninggalkan kewajiban selaku istri, seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya)

Al-qur’an surrat An-Nisaa : 34 sebagian ayatnya berarti : “Maka perempuan-perempuan yang saleh, adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka), perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan Nusyuz, hendaklah kamu beri nasehat mereka.”

Lalu kesalahannya dimana, bagi saya kesalahannya bila saya memilih acil, bila acil terpilih menang dan menjadi pemimpin, kenapa ?, “karena artinya banyak yang memilih acil ketimbang paman, sebagai muslim apakah saya menentang / menyepelekan kalam / ketentuan / qodrat Allah yang menjadikan Laki-laki sebagai pemimpin, bila saya memilih acil.”

Bila masih ada Paman kenapa memilih Acil
Bila masih ada laki-laki kenapa memilih perempuan.

Tapi Semua tergantung keyakinan dan keimanan kita sebagai Muslim terhadap ajaran / qudrat , aturan Allah.

Zaman “Dunia Memang Sudah Terbalik”

redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *