19 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

 

TANGERANG –

Dalam rangka memperingati hari lahir yang ke 74, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kota Tangerang mengadakan ziarah ke pendiri Nahdlatul Ulama Mbah Hasyim Asy’ari, Gus Dur, dan pendiri Fatayat NU yaitu Bu Nyai Murthosiyah (Surabaya), Bu Nyai Khuzaimah (Gresik ), dan Bu Nyai Aminah (Sidoarjo) yang semuanya di Jawa Timur. Demikian disampaikan oleh Ketua PC Fatayat NU Kota Tangerang Noni Menawati Rabu, 22/5/2024.

Selain ziarah, lanjut Noni, Fatayat NU Kota Tangerang juga akan melakukan silaturrahim ke Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur dan ke PC Fatayat NU Sidoarjo. Agar pengurus Fatayat bisa belajar dan meniru kesuksesan Fatayat di Jawa Timur yang notabene adalah basis NU di Indonesia.

Dengan ziarah mendapat berkah para mu’assis NU dan Fatayat. Dan dengan silaturrahim dan studi banding mendapat ilmu dalam rangka untuk memajukan Fatayat NU di Kota Tangerang khususnya dan Banten pada umumnya,” harap Noni.

“Selain ziarah ke para mu’assis NU dan Fatayat NU untuk mencari berkah, Fatayat NU Kota Tangerang akan silaturrahim atau studi banding ke PW Fatayat NU Jawa Timur dan PC Fatayat NU Sidoarjo. Biar pengurus tambah ilmunya dan makin hebat gerakannya”, ujarnya.

Fatayat NU Kota Tangerang harus mampu menjadi motor penggerak perempuan. Karena hanya dengan pergerakan, peradaban bangsa akan maju. Tetapi pergerakan tidak boleh meninggalkan tradisi yang baik, ungkap alumni ponpes Babussalam Tangerang ini.

Untuk itu, kata Noni, perempuan harus terus belajar dan mencari sesuatu yang baru tapi tidak mencintai kebaikan yang lama. Perempuan harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman namun tidak melupakan tradisi dan pemikiran lama yang baik. Hal itu sesuai dengan tema harlah kali ini yaitu “Merawat Tradisi, Menggerakkan Perempuan, Membangun Peradaban”, ungkap perempuan jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Leli Syafawi menyampaikan bahwa kegiatan ini selain diikuti seluruh pengurus PC Fatayat NU Kota Tangerang juga ada Perwakilan PW Fatayat NU Banten dan perwakilan PC Fatayat NU se Banten yang totalnya sekitar 42 orang.

“Dalam acara ini kami mengajak perwakilan PW Fatayat NU Banten dan PC Fatayat NU se Banten agar Fatayat NU Banten kompak dan bersatu untuk memajukan perempuan di Banten, ujar Dosen Universitas Islam Tangerang ini.

Kegiatan ini, kata Leli, di isi dengan beberapa rangkaian kegiatan yang dimulai tanggal 22-25 Mei 2024, yaitu ziarah ke Makam Mbah Hasyim Asy’ari dan Makam Gus Dur, dilanjutkan ziarah ke makam pendiri Fatayat NU di Sidoarjo dan Gresik. Hari kedua acara tadabbur alam di Gunung Bromo.

Setelah itu dilanjutkan silaturrahim ke Yogyakarta dengan PW Fatayat NU DIY dilanjutkan dengan tadabbur alam di laut Pantai Selatan atau Parang Tritis dan di akhiri dengan study tour ke UMKM Malioboro.

“Acaranya padat sekali, setelah ziarah mu’assis NU dan Fatayat lanjut tadabbur alam di Gunung Bromo. Setelah dari Bromo lanjut ke Yogyakarta untuk silaturrahim dengan PW Fatayat NU Yogya dan tadabbur alam di Pantai Selatan di akhiri dengan study tour ke UMKM Marioboro”, pungkas Alumni Ponpes Daarul Qalam ini.

Perlu diketahui bahwa Fatayat Nahdlatul Ulama adalah organisasi pemudi Islam yang menjadi salah satu badan otonom NU. Organisasi ini Didirikan di Surabaya pada tanggal 7 Rajab 1369 atau 24 April 1950. Masa perintisan Fatayat dimulai ketika penyelenggaraan Muktamar Ke-15 NU di Surabaya pada tahun 1940.

Organisasi Fatayat NU berdiri berkat perjuangan yang dirintis oleh perempuan-perempuan tangguh yakni Chuzaimah Mansur (Gresik), Aminah Mansur (Sidoarjo), dan Murthosiyah (Surabaya). Mereka dikenal sebagai ‘Tiga Serangkai’ Pendiri Fatayat NU.

Perempuan ketiga itu telah sangat aktif melakukan koordinasi dan konsolidasi pemudi-pemudi NU pada sekitar tahun 1948. Nama lain yang ikut merintis dan mendirikan Fatayat NU adalah Nihayah Bakri, Maryam Thoha, dan Asnawiyah.***

 

 

Disalin dari PJMI 
Oleh M. Ridho Nurjannah F./ MRNF (AB)

redaksi