24 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

Oleh: H J FAISAL   

 

Seandainya aku bisa mengembalikan dan menghentikan waktu, maka rasanya aku ingin sekali mengembalikan waktu dimana saat-saat bahagia itu aku jalani, dan aku akan menghentikan waktu itu, agar aku selalu dalam keadaan yang berbahagia.

Tetapi, kata sahabatku yang agak bijak, waktu bukanlah mainan mobil-mobilan remote control, yang bisa kita hidupkan dan matikan sesuka hati kita.

Apa ya? benarkah?

Bagiku, waktu akan selalu berlalu tanpa bisa diajak berkompromi untuk tetap tinggal. Dan aku yang tertinggal oleh waktu, harus rela menerima keadaanku sendiri, mau sedih, mau bahagia, yang pasti waktu tidak akan pernah mau tahu.

Yang pasti, waktu hanya memberi pesan padaku, jika aku ingin selalu bahagia bersamanya, maka aku harus membahagiakan diriku sendiri, dan sang waktu pun berjanji untuk selalu menemaniku dalam kebahagiaan itu.

Tetapi, jika memang aku hanya ingin meratakan diri dalam kesedihan dan rasa gagal yang terus menerus menggerogoti hati dan pikiranku, maka sang waktu pun akan selalu bersedia menemaniku…

Akhirnya, aku paham…bahwa waktu sebenarnya tidak pernah perduli terhadapku…

Dia adalah sesuatu yang mempunyai dua muka…

Kalau begitu, aku harus tetap waspada terhadap yang namanya waktu, karena tanpa kusadari, dia dapat menikamku dari segala arah, kapan saja dan dimana saja dia mau.

Baiklah, mulai saat ini aku mengerti, bahwa sebenarnya aku bisa mengingat waktu, mengalahkan waktu, bahkan menghentikan waktu, agar aku tetap bisa merasakan kebahagiaan dan meninggalkan kesedihanku selamanya….jika aku mau.

Jakarta, 25 April 2024

redaksi