30 Juli 2026
Hamdan Nugroho, Aktivis 98 Yogyakarta

Keterangan Foto: Hamdan Nugroho, Aktivis 98 Yogyakarta.

ARAHBANUA.COM

 

 

Jakarta,- Aktivis 98, Hamdan Nugroho, menilai Muliaman Hadad sebagai figur yang paling tepat untuk mengemban posisi sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI).

“Beliau sangat berpengalaman dan berilmu,” ujar alumni Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini.

Pria yang juga alumni HMI tersebut menyatakan bahwa Prof. Muliaman Darmansyah Hadad merupakan figur yang merintis kariernya di BI dari bawah.

“Mengawali karier sebagai Staf Umum di BI Mataram,” ungkap Hamdan.

Hamdan mengaku kagum dengan kegigihan dan kecerdasan pria kelahiran Bekasi tersebut. Ia menilai Muliaman sebagai sosok yang sangat terpercaya di sektor keuangan dan perbankan.

Menurut Hamdan, rekam jejak Muliaman di lembaga negara sangat mentereng, mulai dari pernah menjabat sebagai Deputi Gubernur BI hingga Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Itu posisi-posisi yang sangat bergengsi,” imbuhnya.

Hamdan juga menyoroti kemampuan komunikasi dan relasi yang baik antara Prof. Muliaman Darmansyah Hadad dengan para kepala negara. Berbagai jabatan strategis dipercayakan kepadanya lintas kepresidenan. Pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo, misalnya, Muliaman dipercaya menjabat sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss.

Di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Muliaman kembali dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Ketua Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), dan kemudian diamanahi sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas Danantara.

Kepercayaan untuk memegang posisi penting di berbagai lembaga negara ini, lanjut Hamdan, tidak terlepas dari pengalaman dan kompetensi keilmuan yang dimiliki Muliaman. Saat ini, ia juga tercatat menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dari sisi akademis, latar belakang pendidikan Muliaman dinilai sangat kuat. Ia merupakan lulusan S1 Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang diselesaikannya dalam waktu empat tahun. Gelar master diraihnya dari Harvard University (John F. Kennedy School of Government), sementara gelar doktor diselesaikannya di Monash University, Australia.

Seabrek pengalaman panjang di dunia perbankan, sektor jasa keuangan, serta penguasaan bidang keilmuan tersebut membuat Muliaman sangat layak memimpin bank sentral. Kapasitas tersebut diyakini mampu menopang kiprah besarnya sebagai pucuk pimpinan BI.

“Beliau juga aktif mengajar sebagai dosen di berbagai kampus,” tutur Hamdan yang juga Dosen Ekonomi Teknik di Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Selain itu, sosok Muliaman dikenal memiliki jaringan pergaulan yang luas dengan berbagai kalangan. “Dipercaya memimpin berbagai organisasi seperti ISEI dan lain-lain,” tambahnya.

Melihat kombinasi latar belakang keilmuan, pengalaman birokrasi, dan jejaring pergaulan yang luas ini, Hamdan berpandangan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak perlu ragu lagi.

“Tetapkan saja beliau,” pungkas Hamdan.

 

 

 

 

*masusa/ ab/ nf/ 290726

Loading

redaksi