19 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

Oleh: Noorhalis Majid  
Ambin Demokrasi

Apakah semua kandidat yang mengajukan diri sebagai bakal calon kepala daerah memiliki gagasan?

Jujur saja, rasanya tidak ada suguhan gagasan yang dilemparkan ke ruang publik. Yang nampak terpampang hanya potret balehonya yang besar. Tidak terlihat atau terdengar ingin membenahi soal apa, mengusung isu apa, dan bagaimana perubahan bisa dilakukan?

Apa sebenarnya gagasan yang dinanti publik untuk ditawarkan oleh para kandidat tersebut?

Bagi Kalimantan Selatan, eksploitasi sumber daya alam berupa pertambangan dan perkebunan sawit, dianggap primadona pendapatan asli daerah. Tapi sadarkah kita, ekploitasi yang dilakukan secara gegap gempita tersebut, tidak membawa pada pemerataan kesejahtraan bersama.

Betul ada segelintir orang kaya yang tajirnya selangit, tapi bagaimana mayoritas lainnya? Padahal yang dikeruk adalah hasil bumi milik bersama.

Bencana alam terus mengingatkan dampak esploitasi tersebut. Namun sadarnya hanya sebentar, hanya ketika banjir mencapai bantang leher. Setelah banjirnya berlalu, semua seketika lupa bahwa esploitasi yang tidak ramah lingkungan itu, hanya berbuah bencana dan kesengsaraan.

Maka publik sebenarnya menunggu, dapatkah pemimpin yang baru mengupayakan secara sungguh-sungguh, bahwa esploitasi yang merusak lingkungan itu dapat berbuah kesejahtraan bersama. Agar duitnya bisa dipakai untuk sekolah, memperbaiki kualitas sumber daya manusia.

Sadarkah kita, mencari pekerjaan di bumi yang kaya sumber daya alam ini sangat sulit. Bahkan satu media menyebutkan, Kalsel tiap tahun banjir sarjana, namun kering lapangan pekerjaan.

Tahun 2022, terdapat 31% sarjana yang lulus belum bekerja. ULM saja meluluskan lebih dari 6 ribu sarjana tiap tahun, belum UIN dan kampus lainnya. Sebandingkah dengan lapangan pekerjaan yang diciptakan? Atau adakah lapangan pekerjaan itu diupayakan? Adakah para kandidat kepala daerah punya solusinya?

Seandainya Pilkada diisi jual beli gagasan dan pemikiran, pasti membawa kemajuan. (nm)

redaksi