21 Juli 2024

ARAHBANUA.com

 

Kota Bogor  |

Untuk pertama kali di Indonesia, berlangsung Lomba Presenter Tingkat Nasional bagi pelajar, mahasiswa, dan umum berusia 17-27 tahun, diselenggarakan oleh Kantor Berita Antara bekerja sama dengan Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor dan Lippo Plaza Ekalokasari Bogor, untuk memperingati HUT ke-86 Kantor Berita Antara.

Pembukaan Lomba Presenter Tingkat Nasional dilakukan oleh Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kampus UIKA Bogor, Senin (20/11/2023), dihadiri Rektor UIKA Bogor Prof Dr H.E. Mujahidin MSi beserta jajaran, Kepala Perum LKBN Antara Biro Penyangga Jakarta Budi Setiawanto, dan para peserta.

Lomba Presenter Tingkat Nasional diikuti oleh 196 peserta pelajar dan mahasiswa dari 117 Perguruan Tinggi, SMA/SMK, dan Pondok Pesantren, dari 21 provinsi, termasuk 60 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di UIKA. Mereka berlomba membuat konten berita dan menjadi presenter yang terbaik. Panitia akan memilih 20 finalis yang akan berlaga dalam puncak acara pada Sabtu 9 Desember 2023 di Lippo Plaza Ekalokasari Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam sambutannya mengapresiasi Lomba Presenter Tingkat Nasional ini karena merupakan perwujudan dari semangat kolaborasi Pentahelix, lima unsur kekuatan, yakni Pemerintah termasuk Pemerintah Daerah, Media melalui Kantor Berita Antara, UIKA sebagai center of excelent dari dunia akademisi, dunia bisnis melalui berbagai pihak swasta yang mendukung acara ini, dan masyarakat melalui keikutsertaan para pelajar dan mahasiswa dari seluruh Indonesia untuk menjadi peserta.

Lomba ini diselenggarakan dalam rangka HUT ke-86 Lembaga Kantor Berita Nasional Antara. Antara merupakan Kantor Berita Perjuangan Bangsa Indonesia yang berdiri sejak 13 Desember 1937, oleh empat tokoh pejuang muda, yakni Adam Malik, AM Sipahoetar, Pandu Kartawigoena, dan Soemanang. Antara berhasil menyiarkan berita Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 1945 ke seluruh penjuru dunia. Pada masa-masa persiapan pendiriannya, Antara sempat bernama Perantaraan yang disepakati di Kota Bogor oleh para pendiri tersebut. “Jadi Kota Bogor memiliki kaitan sejarah dengan berdirinya Antara, sebuah kantor berita resmi Republik Indonesia,” kata Wakil Wali Kota Bogor.

Di tengah disrupsi teknologi informasi yang mengarah pada digitalisasi, dunia media massa, termasuk profesi presenter atau penyaji berita mengalami gegar budaya. Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) disebut-sebut sebagai ancaman bagi sumber daya manusia dalam dunia media. Kini banyak media massa dan media sosial memanfaatkan teknologi AI untuk melakukan inovasi dalam menciptakan presenter secara digital. Namun di balik semua itu, Human Presenter tak dapat tergantikan oleh AI Presenter. Human Presenter tetap memiliki keunggulan-keunggulan adiluhung dengan kemampuan menjalin kedekatan dengan audiences.

Dedie A Rachim berharap lomba ini menghasilkan generasi penerus bagi profesi presenter berkembang dengan baik dan maju lagi. Presenter sebagai komunikator sangat penting perannya dalam penyampaian pesan kepada khalayak dari berbagai latar belakang. “Saat ini dibutuhkan banyak presenter dalam mengawal perkembangan pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dengan menyampaikan segala informasi yang positif, membangun, serta menangkal hoax, fakenews, ataupun disinformasi,” katanya.

Dedi merasa bangga Kota Bogor menjadi tuan rumah penyelenggaraannya. “Terima kasih Kepada Kantor Berita Antara Biro Penyangga Jakarta di Bogor yang telah menginisiasi acara ini, bekerja sama dengan UIKA dan berbagai pihak. Terus jalin kerja sama dalam semangat kolaborasi Pentahelix,” katanya .

Pada pembukaan lomba juga berlangsung workshop “Presenter: Harapan dan Tantangan dalam Perkembangan Teknologi Informasi” dengan pembicara Dewi Anggrayni MSi, Ph.D (Ketua Prodi KPI UIKA Bogor), Dr Jufri Alkatiri SS MSi, MA (Dosen UP), dan Saldy Soerianata (CEO Popers.id, Praktisi). Mereka memberikan pembekalan kepada peserta untuk menjadi presenter yang baik, sekaligus memberikan penugasan dalam lomba.

Peserta lomba membuat konten berita dan menjadi presenter beritanya, yang ditayangkan di Antara Megapolitan, untuk dinilai oleh juri. Sementara 20 finalis yang terpilih akan tampil langsung di hadapan para juri, untuk saling berlomba merebut gelar juara, yakni Juara I – III, Juara Favorit, dan Juara Harapan I – III. Penilaian berdasarkan pemenuhan persyaratan seperti penampilan sebagai presenter, artikulasi, intonasi, isi/konten berita, dan pemahaman atas materi yang disampaikan.

Masing-masing pemenang akan meraih Piala Antara, piagam penghargaan, dan sejumlah hadiah lainnya.

 

 

redaksi