11 Juli 2024

ARAHBANUA.COM

 

Jakarta

Lembaga kemanusiaan yang fokus pada pembelaan Palestina, Aqsa Working Group (AWG) akan menggelar pembukaan Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2023 pada Rabu, 1 November 2023/17 Robiul Awal 1445 H.

Atas kolaborasi dan dukungan dari Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, acara pembukaan BSP 2023 dapat digelar di Ruang Pansus B, Gedung Nusantara ll DPR RI, Jakarta dan akan dibuka langsung secara simbolis oleh Ketua BKSAP DPR RI Dr. H. Fadli Zon.

 

 

 

 

Pembukaan BSP tahun ini dilengkapi dengan forum diskusi atau Focus Group Discussion (FGD) bersama berbagai Non Goverment Organization (NGO) di dalam dan luar negeri, serta menghadirkan tokoh-tokoh bangsa yang peduli terhadap Palestina. Di antaranya Pembina AWG Imaam Yakhsyaallah Mansur, Direktur Timur Tengah Kemenlu RI Bagus Hendraning Kobarsyih, Ketua Grup Kerjasama Bilateral (GKSB) DPR RI untuk Palestina Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad, Ketua Presidium AWG Ir. Nur Ikhwan Abadi, Ketua Maemuna Center (Mae-C) Onny Firyanti Hamidi, hingga Duta Besar Palestina untuk Indonesia H.E. Zuhair Al Shun.

Acara pembukaan BSP akan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dijadwalkan usai pada pukul 11.30 WIB. Lalu dilanjutkan dengan forum diskusi hingga pukul 15.30 WIB. BSP tahun ini mengusung tema “Bergerak Berjama’ah Tolak Pemisahan Masjid Al-Aqsa”.

“Bulan Solidaritas Palestina adalah momentum untuk membuktikan bahwa rakyat Indonesia selalu bersama rakyat Palestina dalam kondisi apapun, terlebih dalam situasi perang Gaza saat ini peran solidaritas yang diperlihatkan oleh rakyat Indonesia dan seluruh rakyat internasional menunjukkan bahwa Israel merupakan penjajah dan pemerintahan Netanyahu adalah pemerintahan yang biadab,” ujar Rifa Berliana Arifin selaku Ketua Panitia BSP 2023.

“Terkait dengan tema, ‘Bergerak berjamaah tolak pembagian Masjid Al Aqsa’ merupakan isu sentral yang saat ini kita terus melakukan informasi dan sosialisasi kepada semua pihak di Indonesia, dan mudah-mudahan mereka bisa menyadari bahaya yang saat ini sedang mengancam terhadap kiblat pertama umat Islam,” tambahnya.

Rangkaian acara Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2023 akan dilaksanakan selama satu bulan penuh mulai 1-29 November 2023 / 17 Robiul Akhir – 15 Jumadil Awal 1445 H di Jakarta dan tersebar di seluruh Indonesia serta beberapa negara pro-Palestina di dunia.

“BSP tahun ini menjadi BSP terberat karena kita harus bekerja lebih ekstra dengan situasi yang saat ini terjadi di Jalur Gaza. Mudah-mudahan program-program BSP bisa menjadi terobosan bagi kemajuan diplomasi, kemajuan literasi, perjuangan seluruh level pemerintah dan rakyat Indonesia untuk kemerdekaan dan kebebasan Masjidil Aqsa,” ujar Rifa.

Rangkaian acara BSP 2023 diantaranya Festival Aqsa, Daurah Al-Quds/Diskusi Internasional, Sarasehan, Pameran Foto, Talkshow Millenial Peacemaker Forum, Football Competition, Gowes Cinta Al-Aqsa, Pengibaran Bendera Indonesia dan Palestina di Puncak Gunung, Pengibaran Bendera di Masjid-Masjid, serta Bakti Sosial.

“Dalam konteks kegiatan BSP yang memiliki 12 aktivitas selama bulan November secara penuh, kita berharap semua bisa mendukung kegiatan ini baik dari High Level pemerintahan, parlemen, NGO, LSM, tokoh dan ulama bisa menjadi komponen penting dalam menyuarakan solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina,” katanya.

Acara tersebut akan digelar secara hibrida dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube Al-Jamaah TV dan Rasil TV.

BSP 2023 merupakan tahun ketiga setelah diselenggarakan berturut-turut sejak 2021. Namun pada 2021, kegiatan ini pertama kali digelar dengan nama Pekan Solidaritas Palestina.

Bulan Solidaritas Palestina

November dipilih menjadi Bulan Solidaritas Palestina karena setidaknya ada empat peristiwa penting yang diperingati oleh rakyat Palestina dan dunia:
1. Deklarasi Balfour 02 November 1917
2. Kematian Yasser Arafat, 11 November 2004
3. Deklarasi Palestina Merdeka, 15 November 1988
4. Hari solidaritas Palestina sedunia yg ditetapkan oleh PBB sejak 1979 setiap tanggal 29 November.

 

 

 

Berdasarkan beberapa peristiwa bersejarah di atas, AWG memilih November menjadi Bulan Solidaritas Palestina dan akan diperingati setiap tahun.

Kegiatan BSP 2023 akan dilaksanakan secara serempak di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan kegiatan ini pun akan digelar di Gaza, Palestina.

BSP 2023 akan disemarakkan dengan ragam kegiatan, mulai dari perlombaan, bakti sosial, pengibaran bendera di puncak gunung, Gowes Cinta Al-Aqsa, serta seminar-seminar. Tentunya kegiatan ini dilakukan dengan menggandeng seluruh elemen masyarakat, mulai dari lembaga kemanusiaan seperti MER-C, organisasi masyarakat seperti MUI dan Muhammadiyah, tokoh-tokoh agama, kalangan pemerintah hingga kedutaan.

Untuk memperluas networking dengan berbagai organisasi kemanusiaan, baik di Indonesia maupun mancanegara, tahun 2023 ini Bulan Solidaritas Palestina diagendakan meluas ke luar negeri, terutama Asia Tenggara.

Ada banyak Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang kepalestinaan, seperti di Malaysia, Yordania, Turki, Qatar, Kuwait, hingga di Inggris dan AS. Termasuk banyak tokoh dan aktivis non-Muslim sekalipun, yang memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai universal kemanusiaan.

Sehingga dengan demikian terjalin komunitas pembebasan Al-Aqsa secara internasional, yang dapat mendesak pemerintahan negara di dunia, sekaligus mendesak pejajahan Zionis Israel segera hengkang dari bumi Palestina.

BSP 2022 mendapatkan respon baik dari masyarakat Palestina. Bahkan Kementerian Pendidikan di Gaza mengeluarkan surat perintah kepada sekolah-sekolah untuk mengibarkan bendera merah putih. Dari video yang diterima AWG, tampak para siswa di Gaza membawa poster bertuliskan “Terima Kasih Indonesia,” mengibarkan bendera Indonesia dan memutar lagu kebangsaan Indonesia Raya di sekolah.

Jika BSP tahun lalu membawa tema penolakan kehadiran Timnas Israel U-19 di Indonesia, pada BSP 2023, AWG akan fokus menggaungkan penolakan RUU Israel yang akan membagi Masjid Al-Aqsa antara Muslim dan Yahudi. RUU ini diusulkan oleh anggota partai Likud Amit Halevi, ke Parlemen Israel, Knesset. Padahal secara aturan yang berlaku, umat Islam adalah satu-satunya yang berhak atas Masjid Al-Aqsa.

 

 

 

redaksi