21 Juli 2024

Arahbanua.com, Banjarmasin – Semakin banyaknya Jemaah Mesjid yang beribadah, memerlukan renovasi untuk memperbesar Mesjid dan menambah sarana pendukung kenyamanan serta keamanan dalam melaksanakan ibadah.

Sehingga Pengurus Mesjid Al Muttaqin Sultan Adam Banjarmasin yang posisinya dekat dengan Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banjarmasin, mulai Senin (1/8/2022) melakukan renovasi Mesjid tersebut.

“Insyaallah untuk perluasan Mesjid Al-Muttaqin rencana dimulai tanggal 1 Agustus 2022 (Senin). Mudah-mudahan target kita akan selesai satu tahun atau 2023,” kata H.Sugianto, SH., Ketua Pengurus Mesjid Al Muttaqin.

Lalu bagaimana dengan kegiatan Shalat Lima Waktu maupun Shalat Jum’at dan kegiatan lainnya?

“Untuk antisipasinya. Karena kita ini sifatnya, Mesjid yang lama masih tetap berfungsi. Dan kalau kemudian saat Mesjid yang baru sudah selesai, maka Mesjid yang lama kita bongkar untuk menjadikan lahan parkir. Karena selama ini Mesjid Al-Muttaqin tidak mempunyai lahan parkir,” jelasnya.

Bagi Jemaah Mesjid khususnya dan Kaum Muslimin Muslimat semuanya dapat berpartisipasi dalam memberikan sumbangan maupun bantuan lainnya.

“Insyaallah kita. Agar menggugah untuk masyarakat dapat membantu. Kita selama ini sudah memulai sosialisasi dan memberitahukan dengan cara memasang spanduk dan membagikan pamflet serta menyampaikan kepada Ustadz untuk disampaikan kepada Jemaah bahwa Mesjid Al-Muttaqin siap melakukan perluasan atau membangun Mesjid yang baru,” Sugianto menambahkan.

Sumbangan maupun bantuan lainnya dapat menghubungi Panitia Mesjid dan rekening yang telah ditentukan.

Rekening tersebut Atas Nama Pembangunan Al Muttaqin Sultan Adam, dengan Nomor Rekening : 1-555-555-357.

Untuk konfirmasi : M. Noval Nugraha (081348909000).

Berikut dapat kita lihat konsep Tauhid Pembangunan Mesjid Al Muttaqin Sultan Adam Banjarmasin.

Konsep yang dipakai dalam desain Mesjid ini adalah tropis Modern. Konsep ini memadukan prinsip-prinsip arsitektur tropis dengan bahasa kontemporer dalam desain masjid. Penggunaan konsep ini memungkinkan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada seperti luas lahan yang sangat terbatas dan luas fungsional bangunan yang besar. Bangunan sekitar dengan tinggi 1-2 lantai serta kebutuhan udara dan pencahayaan yang bagus.

Sebuah kesempatan merancang sebuah Masjid Al Muttaqin, tantangan bagi kami memberikan yang terbaik dalam konsep perencanaannya. konsep utama terinsipirasi dari sering kita lihat saat khatib jumat berdo’a yang selalu mengacungkan jari telunjuk ke atas. Kita perlu mengetahui terlebih dulu istilah ‘telunjuk’ yang digunakan dalam bahasa Arab.

Dalam bahasa Arab, istilah ‘telunjuk’ itu ada yang berkonotasi positif dan negatif.

Istilah jari telunjuk yang berkonotasi positif adalah sabbahah atau musabbihah, karena memiliki makna dasar ‘alat beribadah’. Terkait fungsi jari telunjuk sebagai alat ibadah, banyak sekali hadis-hadis yang menjelaskan tentang praktik ini. Seperti saat shalat ataupun ketika berdo’a.

Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash yang menceritakan, “Saat Nabi melewatiku, aku sedang berdo’a mengangkat jari-jariku, lalu Nabi bilang begini, “Ahad (satu), ahad (satu), sambil mengangkat jari telunjuknya” (HR An-Nasai).

Mengangkat jari telunjuk untuk simbol Tauhid dalam Islam. Tauhid adalah meyakini keesaan Allah dalam Rububiyah, ikhlas beribadah kepada-Nya, serta menetapkan bagi-Nya nama-nama dan sifat-sifat-Nya.

Pada Rencana pembangunan masjid Al Muttaqin berkonsepkan tangan Tauhid dan berkonsepkan 5 rukun.(FRM)

redaksi